Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 2, 2021

Ahlus Sunnah wal Jama'h

Gambar
 

Penuntut Ilmu

Gambar
 

Perhhatikan Niat mu Wahai penuntut Ilmu

PERHATIKAN NIAT MU          WAHAI PENUNTUT ILMU   ●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●● Imam Sufyan ats-Tsauri mengatakan : "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat untuk aku obati dari pada niatku"  Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu (belajar agama) yang seharusnya diharap adalah wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِىَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِىَ بِهِ السُّفَهَ...

Kisah Bal'am ibnu Ba'ura

 ____#Kisah Bal'am ibnu Ba'ura#___ Dia adalah salah seorang ulama Bani Israil, terkenal sebagai orang yang mustajab doanya,dari Ibnu Abbas r.a. bahwa dia adalah seorang lelaki dari kalangan penduduk negeri Yaman, dikenal dengan nama Bal'am, ia dianugerahi pengetahuan tentang isi Al-Kitab, tetapi ia meninggalkannya             ______#Kisah Bal'am ibnu Ba'ura#_____ Ini salah satu dari kisah yang diriwayatkan oleh para ulama' Nabi Musa a.s. mengutus Bal'am ke raja negeri Madyan untuk menyerukan agar menyembah Allah عزوجلا,Tetapi Raja Madyan memberinya sebagian dari wilayah kekuasa­annya dan memberinya banyak hadiah. Akhirnya ia mengikuti agama raja dan meninggalkan agama Nabi Musa  ●Kisah Ini di Abadikan Allah عزوجلا di dalam Al-qur'an وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ  "Dan bacakanlah (Muhammad ﷺ) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan a...

Wahai pemuda menikah lah

 ______》 WAHAI PARA PEMUDA《_____  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah , maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Nikah secara bahasa berarti ‘adh dhomm’ atau ‘al jam’i = mengumpulkan. Secara istilah syar’i, nikah adalah istilah dari akad yang masyhur yang terdiri dari rukun dan syarat. Nikah sendiri jika dimutlakkan bisa bermakna akad dan bermakna menyetubuhi (mencampuri) istri. Inilah makna secara bahasa. Al Azhari berkata bahwa asal kata nikah dalam bahasa Arab adalah al wath’u atau menyetubuhi. Ada pula yang menyebut nikah untuk ak...

Jangan Taklid buta

“Sesungguhnya Allahﷻ mencela taklid" Tapi Ketahuilah Allahﷻ tidak mencela taklid orang yang taklid kepada ulama yang memperoleh petunjuk(Ahli dalam bidangnya) Bahkan, Allah memerintahkan untuk bertanya kepada ahlu adz-dzikr, yaitu ulama. Allah dalam firman-Nya, فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43). imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya Allah ta’alla mencela orang-orang yang berpaling dari apa yang diturunkan oleh Allah kemudian bertaklid kepada perbuatan nenek moyang. Taklid semacam inilah yang dicela dan diharamkan menurut kesepakatan para ulama salaf dan imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Ays-Syafi’i, dan Ahmad bin Hambal). Adapun taklid yang dilakukan oleh orang yang sudah mengerahkan segenap upaya untuk mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah (dalil), namun sebagian permasalahan luput dari pengetahuannya, kemudian dia pu...

Pribadi Muslim

 ●> Sikap Seorang Mukmin           Kepribadian yang Mulia <●  Perhatikan 3 Hadits ini dalam kehidupan mu     1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288) Baik islam nya Baik pula Akhiratnya dengan cara meninggalkan Apa saja yang tidak bermanfaat bagi Dunia dan Akhiratnya  ●>Yang dia fikirkan  -Hak Allah -Hak Rasulullahﷺ, -Hak Diri -Hak orang yang dia tanggung -Hak tetangganya -Hak Manusia secara umum Semua itu meliputi Kewajiban nya dan Tan...

Iman kepada Rasul Allah Ta'ala

 ●_¤》Kenapa Di Utusnya Nabi & Rasul《¤_●                ●_¤》Kenapa Harus Ada Rasul  ?_?  《¤_● >>#Kisah  Allah ﷻ memberitahukan kenapa Dia mengutus para Ambiyaa' ke permukaan bumi Allah berfirman : Al-Baqarah : 213  كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِۚ وَمَا ٱخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلْحَقِّ بِإِذْنِهِۦۗ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ  "Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perseli...

Tata Cara Sholat Idul fitri

 ●●Tata cara Shalat Hari Raya Idul Fitri●● ▪_¤Hukum Shalat ‘Ied Hari Raya Hukumnya adalah sunnah muakkad ▪_¤Waktu Shalat ‘Ied Hari Raya Para ulama mengatakan bahwa waktunya dimulai dari terbitnya matahari sampai matahari tergelincir, berkata An-Nawawi: ووقتها ما بين طلوع الشمس إلى ان تزول والافضل ان يؤخرها حتى ترتفع الشمس قيد رمح “Waktu sholat ‘ied adalah antara terbitnya matahari sampai tergelincir, dan yang lebih utama adalah mengakhirkannya hingga matahari meninggi setinggi tombak." Dan disunnahkan mengakhirkan shalat idul fitri dan menyegerakan shalat idul adha, berkata Ibnu Qudamah: وَيُسَنُّ تَقْدِيمُ الْأَضْحَى؛ لِيَتَّسِعَ وَقْتُ التَّضْحِيَةِ، وَتَأْخِيرُ الْفِطْرِ؛ لِيَتَّسِعَ وَقْتُ إخْرَاجِ صَدَقَةِ الْفِطْرِ. وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ، وَلَا أَعْلَمُ فِيهِ خِلَافًا “Disunnahkan untuk menyegerakan shalat idul adha agar waktu menyembelih lebih luas, dan disunnahkan mengakhirkan shalat idul fitri untuk meluangkan waktu pengeluaran zakat fitroh. Shalat ‘ied dua raka’...

Kisah Wanita Bertauhid

  1.Kisah pertama ■kisah yang disebutkan dalam sirah ‘Umar bin ‘Abdil-‘Azis (Juz 1, hlm 23). Yaitu kisah Amirul-Mukminin ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu dengan seorang wanita. Tatkala Khalifah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu memegang tampuk pemerintahan, beliau melarang mencampur susu dengan air. - Awal kisah, pada suatu malam Khalifah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu pergi ke daerah pinggiran kota Madinah. Untuk istirahat sejenak, bersandarlah beliau di tembok salah satu rumah. Terdengarlah oleh beliau suara seorang perempuan yang memerintahkan anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air. Tetapi anak perempuan yang diperintahkan tersebut menolak dan berkata: “Bagaimana aku hendak mencampurkannya, sedangkan Khalifah ‘Umar melarangnya?” Mendengar jawaban anak perempuannya, maka sang ibu menimpalinya: “Umar tidak akan mengetahui.” Mendengar ucapan tersebut, maka anaknya menjawab lagi: “Kalaupun ‘Umar tidak mengetahui, tetapi Rabb-nya pasti mengetahui. Aku...

Kisah Nabi Musa

  بسم الله الرحمن الرحيم Pembahasan tentang kisah kisah yang Allah sebutkan di dalam Al-Quran, merupakan perkara yang penting dan di antara metode berdakwah adalah menyampaikan kisah kisah, Kita dapati di dalam Al quran banyak kisah" Ini metode Allah dalam menyampaikan hujjah hujjah, pelajaran dan faedah faedah yang dapat diambil oleh manusia yang memiliki akal yang sehat Orang cerdas adalah orang yang mau berfikir (untuk mengambil pelajaran dan faedah faedah dari kisah kisah) makanya hanya orang yang mau berfikir yang akan dapat mengambil faedah dari kisah kisah, فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ “Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir” (QS. Al A’raf: 176) Ini menunjukkan orang yang bisa mendapatkan pelajaran dari kisah kisah yang allah sebutkan di dalam al quran hanyalah orang yang menggunakan akal nya untuk berfikir bagaimana dia bisa mengamalkan apa yang allah sampaikan, Ketahuilah...